Bahaya Hb Rendah Anemia pada bayi baru lahir dapat berasal dari kerusakan sel darah merah. Biasanya, ini berlangsung saat bayi alami inkompatibilitas ABO atau rhesus (Rh), yakni perbedaan kelompok darah bayi dengan ibu. Disamping itu, kerusakan sel darah merah pada bayi bisa juga berlangsung karena thalassemia.

Produksi sel darah merah yang kurang
Saat sebelum lahir, ada peluang bayi tidak dapat menghasilkan sel darah merah secara cukup, yang nanti bisa memunculkan anemia berat sesudah dia lahir. Keadaan ini dapat berasal dari abnormalitas genetik yang jarang ada, seperti sindrom Fanconi dan anemia Diamond-Blackfan. Bahaya Hb Rendah

Kehilangan banyak darah
Pengurangan Hb bisa juga muncul karena bayi kehilangan banyak darah, misalkan karena tali pusar telat diapit waktu dilahirkan, twin to twin transfusion syndrome (TTTS), atau kurangnya vitamin K hingga darahnya susah menggumpal, Bahaya Hb Rendah

Hb rendah pada bayi baru lahir bisa dijumpai waktu dokter anak lakukan pengecekan darah sesudah persalinan. Bila diketemukan keadaan semacam ini, dokter akan selekasnya cari tahu pemicunya dan memberi pengatasan yang tepat..
Bayi baru lahir bisa juga alami anemia, di mana kandungan hemoglobin (Hb) dalam darahnya rendah. Walau sebenarnya, Hb berperanan penting untuk bawa oksigen dari paru-paru ke kumpulan sel tubuh, lho. Lantas, apa bahaya Hb rendah pada bayi baru lahir?
Hemoglobin ialah protein dalam sel darah merah yang memberi warna merah dalam darah dan bawa zat besi. Zat besi berikut yang mengikat oksigen, dan jadikan Hb selaku bagian utama pada darah. Saat kandungan Hb rendah, karena itu beberapa sel badan tidak bisa terima oksigen secara cukup.
Umumnya, bayi baru lahir berkadar hemoglobin (Hb) sejumlah 13,5-10 g/dL (gr per desiliter). Kandungan Hb normal ini sama untuk bayi wanita atau bayi lelaki.
Apa Bahaya Hb Rendah pada Bayi Baru Lahir?
Jika didiamkan, anemia pada bayi baru lahir yang diikuti dengan kandungan Hb rendah dapat memunculkan kompleksitas serius, berbentuk: